cara jadi TKI

Yuk Ikuti Cara Jadi TKI Resmi Berikut Ini

Saat ini bekerja sebagai TKI sudah banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Mereka bekerja di negara lain dengan berbagai profesi. Mulai dari sebagai pengasuh anak, karyawan industri manufaktur, buruh perkebunan kelapa sawit, hingga pembantu rumah tangga atau PLRT. Meskipun banyak peluang pekerjaan di sana, banyak tantangan yang harus dihadapi oleh para TKI. Salah satunya adalah resiko mengalami penipuan oleh agen TKI yang tidak bertanggung jawab. Itulah kenapa mengetahui cara jadi TKI yang resmi merupakan hal wajib.

Menjadi TKI yang resmi berarti Anda harus terdaftar dalam lembaga pemerintah yang mengurusi semua tahapan penempatan TKI, yaitu BNP2TKI. Dengan kata lain, semua tahapan yang Anda lakukan dari awal hingga kepulangan Anda nantinya harus melibatkan BNP2TKI. Lalu bagaimana cara jadi TKI yang resmi? Simak langkah-langkahnya berikut ini.

cara jadi TKI

1.  Mencari PPTKIS Terpercaya

Satu poin yang harus selalu diingat adalah bahwa PPTKIS yang resmi adalah perusahaan penyalur TKI yang sudah terdaftar dalam Disnaker Kabupaten atau Kota. Perusahaan tersebut haruslah memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Anda dapat mencermati alamat yang tertera pada profil perusahaan tersebut. Jika alamat yang dicantumkan jelas posisinya dan jelas beroperasi, bisa dipastikan perusahaan tersebut resmi. Tidak hanya perusahaannya, penanggung jawab perusahaan juga harus jelas. Untuk mengeceknya, Anda dapat memeriksanya melalui www.bnp2tki.co.id.

2. Mengikuti Penyuluhan dari PPTKIS

Penyuluhan ini dilakukan oleh pihak PPTKIS dengan bekerja sama dengan Disnaker Kabupaten atau Kota, BP3TKI, LP3TKI, dan P4TKI. Sehingga jika PPTKIS Anda tidak dihadiri pihak pemerintah tersebut, bisa dipastikan PPTKIS itu tidak resmi.

3.  Mendaftar dan Mengikuti Proses Seleksi

Kemudian Anda harus mendaftarkan diri di Disnaker Kabupaten/Kota. Baru setelah itu Anda akan mengikuti proses seleksi dari PPTKIS dan Disnaker. Namun bagi Anda calon TKI yang mencari pekerjaan yang tidak membutuhkan kemampuan khusus seperti pengasuh anak, dan sebagainya, Anda tidak akan melalui seleksi yang terlalu ketat. Biasanya kriteria usia dan jenis kelamin yang sesuai sudah cukup.

4. Menandatangani Perjanjian Kerja

Perjanjian kerja ini harus sudah disahkan oleh Perwakilan RI. Sebelum tanda tangan, Anda harus paham betul isinya agar tidak terjadi kesalahpahaman nantinya.

5. Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan

Pendidikan dan pelatihan yang diberikan PPTKIS biasanya berupa kursus bahasa lokal negara tujuan Anda bekerja, misalnya bahasa Malaysia serta pelatihan keterampilan lain yang dibutuhkan saat bekerja nanti. Selama proses pendidikan tersebut, Anda akan mengurus beberapa dokumen administratif seperti paspor, visa, dan persyaratan kerja di luar negeri lainnya. Jangan lupa juga pastikan Anda mendapat asuransi keselamatan kerja, salah satunya adalah BPJS Ketenagakerjaan bagi TKI.

6.  Menandatangani Perjanjian Penempatan

Perjanjian penempatan ini akan ditandatangani oleh Anda dan PPTKIS lalu disahkan oleh Disnaker Kabupaten atau Kota. Disitu akan tertera di negara mana Anda akan bekerja serta majikan atau perusahaan mana yang akan mempekerjakan Anda nantinya. Majikan atau perusahaan tersebut tentu sudah melalui pengujian dari BNP2TKI sehingga bisa dipastikan terdaftar secara resmi.

7. Mengikuti Pembekalan Akhir Pemberangkatan

Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) ini akan diberikan oleh BP3TKI, LP3TKI, atau P4TKI. Nantinya Anda akan diberi pengantar seputar hal yang boleh dilakukan dan dilarang di negara tujuan penempatan.

8. Membuat KTKLN

Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) atau E-KTKLN menjadi salah satu syarat agar Anda dapat bekerja di luar negeri. KTKLN sendiri memuat data diri TKI dan sidik jari pemilik kartu. Baik KTKLN maupun E-KTKLN, Anda harus memiliki salah satu dari keduanya meskipun status Anda masih calon TKI. Melalui tanda pengenal inilah, BNP2TKI melindungi dan membantu Anda dengan hadir dan menyelesaikan permasalahan kerja di negara tujuan.

9.  Melakukan Lapor Diri ke Perwakilan RI

Setelah sampai di negara tujuan, Anda diwajibkan untuk melakukan lapor diri ke Perwakilan RI (KBRI atau KJRI). Anda dapat melakukannya secara online maupun datang langsung ke Kantor Kedutaan RI.

10.  Lapor Bahwa Kontrak Kerja Telah Selesai

Langkah terakhir yang tidak boleh diremehkan adalah lapor kepada petugas BP3TKI di bandara atau pelabuhan di tanah air. Dengan begitu Anda akan terekam sebagai TKI yang sudah menyelesaikan kontrak kerja.

kerja jadi TKI

Itu tadi adalah langkah atau cara jadi TKI yang resmi di mata negara. Meskipun cara ilegal menawarkan tahapan yang lebih cepat dan sederhana, namun Anda tidak akan aman dan nyaman bekerja di negara penempatan. Anda akan diselimuti oleh perasaan was-was agar tidak diusir dari negara tersebut. Karena bagaimanapun juga resiko TKI ilegal terkena deportasi atau dipulangkan lebih awal lebih besar daripada TKI yang legal. Selain itu, TKI yang resmi akan lebih mudah mendapatkan perlindungan dan bantuan dari Perwakilan RI. Maka dari itu, bagi Anda yang akan menjadi TKI wajib untuk melalui cara yang resmi atau legal.

Kemudian setelah Anda ditempatkan nantinya, jangan lupa untuk memperhatikan pengelolaan keuangan Anda. Jangan ragu untuk menggunakan bantuan aplikasi keuangan dan pembayaran yang sangat mudah digunakan seperti Qelola. Terutama terkait biaya transer uang ke Indonesia yang murah dibanding dengan aplikasi keuangan lainnya. Tunggu apa lagi? Download Qelola di sini dan rasakan langsung kemudahannya.